Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengenal 5 Pemeriksaan Rem Tromol

Pemeriksaan Rem Tromol - Pada rem tromol terkadang timbul berbagai permasalahan sehingga diperlukan pemeriksaan. Berbagai pemeriksaan atau perbaikan rem tromol agar rem dapat bekerja secara maksimal. Bagaimana cara pemeriksaan rem tromol?

Fungsi dari rem adalah sebagai penghambat laju kendaraan agar kecepatan yang lebih dapat tereduksi dengan baik. Prinsip dasar dari rem sendiri adalah memanfaatkan bidang gesek yang tetap untuk mengurangi bidang gesek yang bergerak. Rem juga berfungsi sebagai factor keamanan dan keselamatan.

Oleh karena itu, untuk menjaga perfoma rem tromol terdapat berbagai hal yang harus diperhatikan. Apa yang akan terjadi apabila kendaraan tanpa rem? Tentunya akan sangat berbahaya bagi keselamatan dan keamanan pengendara. Rem tromol memanfaatkan sepatu rem yang akan menekan tromol untuk mengurangi laju kendaraan.

Dari berbagai ulasan diatas, penulis akan mengulas mengenai pemeriksaan rem tromol yang biasa digunakan pada mobil konvensional dengan media fluida atau minyak rem. Sistem ini sangat amat banyak ditemukan di mobil mobil jaman sekarang. Baiklah langsung saja berikut akan penulis uraikan hal apa saja yang perlu dilakukan untuk pemeriksaan rem tromol pada kendaraan yang mungkin pembaca miliki dirumah.

Pemeriksaan Rem Tromol

Didalam rem tromol terdapat berbagai komponen yang membutuhkan pemeriksaan. Berikut merupakan ulasan mengenai cara pemeriksaan rem tromol.

1. Pemeriksaan Pedal Rem

Pemeriksaan pedal rem adalah meliputi gerak bebas atau gap atau speleng dalam bahasa bengkelnya dan pemeriksaan dari switch rem pada pangkal tuas rem sebagai sinyal tanda berhenti.

Langkah penyetelan pedal rem adalah kendorkan baut penyetel jarak bebas lepaskan pengunci tuas pedal rem kemudian ukur jarak bebas sebesar 2 mm seperti gambar dibawah. Setelah penyetelan jarak bebas selesai selanjutnya kencangkan baut pengunci , pada tahap ini switch terkadang perlu disetel juga bisa jadi setelah penyetelan gap swith menjadi kurang responsive, apabila terjadi hal seperti itu maka kendorkan baut pengunci switch rem dan tekan pedal rem dengan tangan, mintalah seorang teman untuk mengawasi apakah lampu stop menyala, jika sudah menyala maka kencangkan baut penyetel switch rem.
pemeriksaan rem tromol

2. Pemeriksaan Booster Rem

Boster merupakan komponen penunjang agar rem terasa ringan saat ditekan, perinsip kerjanya booster adalah memanfaatkan udara dari luar untuk dikompress sehingga menekan master rem, dan tekanan tersebut diteruskan ke aliran fluida untuk menekan piston pada silinder roda.

Langkah pemeriksaannya adalah hidupkan mesin selama kurang lebih 2 sampai 3 menit untuk mensirkulasikan udara dari mesin keruang vakum boster (jika mobil menggunakan sistem vakum venturi dari mesin) namun ada beberapa mobil dengan tipe non venturi yang langsung bisa diinjak pedal remnya dan booster otomatis bekerja. Jika booster diinjak beberapa kali tidak terasa perubahan gap pedal rem maka booster dalam keadaan baik. Namun jika booster diinjak selama beberapa kali terjadi perubahan gap pedal bahkan rem tidak pakem maka booster berlu diperiksa lebih lanjut.

Periksalah selang in dari udara masuk jika katup searah pada selang tersebut ditiup seharusnya udara akan lolos, dan jika dihisap udara tidak akan masuk. Hal tersebut adalah keadaan ketika selang in dari udara masuk dalam kondisi bagus. Namun jika tidak menunjukan seperti hasil dari pemeriksaan diatas, maka selang satu arah tersebut harus diganti.

Selanjutnya periksalah membran dari vakum booster, periksalah membrane apakah ada kebocoran atau tidak, caranya adalah dengan menuangkan air pada membran jika bocor air akan menetes pemeriksaan tersebut dinamakan pemeriksaan mikro, booster juga dapat dilihat secara visual dengan kasat mata, ini dinamakan pemeriksaan makro.
pemeriksaan rem tromol

3. Pemeriksaan Silinder Rem

Silinder rem yang terdapat pada roda cukup diperiksa dengan disemprot menggunakan air gun setelah itu injak pedal rem selama beberapa kali dan tahan, mintalah teman anda untuk menginjak pedal rem tersebut dan menahannya, sementara itu periksalah apakah terjadi kebocoran pada silinder roda, lumasi bidang yang selalu bergesek dengan vet agar gerakan mekanis tetap bekerja dengan baik.
pemeriksaan rem tromol

4. Pemeriksaan Kampas rem

Kampas rem cukup bersihkan dengan majun atau disemprot dengan air gun saja lalu diamplas serta lumasi bidang yang bergesekan (kecuali permukaan kampas nya) dan engsel tempat dudukan dari kampas. Goyang – goyangkan kampas dan pastikan kampas tidak terlalu longgar, jika longgar maka selidiki apakah dudukan kampas masih bagus.

Selain itu, perlu diukur bagaimana ketebalan kampas rem. Apabila ketebalan kampas rem sudah dibawah standar maka perlu dilakukan penggantian. Namun apabila masih tebal, kampas rem dapat digunakan kembali.
pemeriksaan rem tromol

5. Pemeriksaan Tromol

Kita masuk pada pembahasan utama yaitu pemeriksaan rem tromol, point penting yang harus diperhatikan adalah kondisi diameter tromol, permukaan tromol bagian dalam, dan kondisi dari lubang baut pengikat, seringkali tromol dalam keadaan banjo, mobil dengan tromol banjo adalah kondisi dimana diameter tromol berbentuk oval, ini menyebabkan pengereman menjadi tidak pakem kadang seret dan kadang tidak, kondisi ini biasanya terjadi karena panas berlebih yang mengakibatkan tromol memuai mengingat bahan tromol adalah iron,

Pemeriksaan tromol yang bisa dilakukan dengan memutar roda dan mengamati sedara vusual atau dengan jangka sorong berskala inchi dengan pola pemeriksaan diameter luar menyilang, jika kondisi tersebut sudah terjadi maka segeralah ganti tromol tersebut. Selanjutnya adalah pemeriksaan permukaan tromol bagian dalam, lamanya penggunaan tromol akan mengurangi bidang gesek bagian dalam, permukaan yang terlalu dalam akan menyebabkan rem kurang pakem, jika pembaca sekalian mempunyai buku pedoman service maka periksalah batas limit ukuran dari kedalaman rem tromol, jika pembaca sekalian tidak mempunyai buku pedoman service maka penulis sarankan untuk mengganti rem tromol jika penggunaannya sudah lebih dari 5 mm.

Point selanjutnya adalah baut pengikat. Baut pengikat roda yang biasanya berjumlah 4 buah harus dalam kondisi presisi dan tidak ada goncangan sama sekali jika tromol terpasang, jika terasa goncangan yang sangat besar atau lobang sudah aus maka penulis sarankan untuk mengganti tromol atau membubutnya di tukang bubut. Kondisi lubang tromol yang longgar akan menyebabkan tromol bahkan roda menjadi oblak dan sangat berbahaya sekali jika mobil dipaksa melaju dengan kecepatan tinggi, kemungkinan yang akan terjadi adalah baut pengikat roda akan putus dan patah, maka dari itu segeralah periksa kondisi baut pengikat tersebut.
pemeriksaan rem tromol
Tips – tips diatas adalah tips yang sederhana dalam pemeriksaan rem tromol, meskipun pemeriksaan rem tromol yang menjadi ulasan utama tetapi penulis tetap mengikut sertakan pemeriksaan komponen lain dikarenakan komponen lain seperti pedal rem, booster, silinder, dan kampas rem sagat berkaitan erat dengan tromol.

Perlu diingat lagi point penting dalam tromol adalah diameter luar tromol, permukaan gesek diameter dalam tromol, dan baut pengikat tromol. Semoga postingan ini bermanfaat bagi pembaca sekalian dalam pemeriksaan rem tromol

Posting Komentar untuk "Mengenal 5 Pemeriksaan Rem Tromol"