Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengenal Proyeksi Isometri (Pengertian, Ciri-Ciri, Contoh)

Proyeksi Isometri - Dalam membuat sebuah gambar teknik 2 dimensi tentunya membutuhkan berbagai cara agar informasi dapat tersampaikan ke semua pihak. Salah satu caranya yaitu menggunakan beberapa proyeksi yaitu proyeksi isometri. 

Tentu masih banyak yang asing terkait berbagai hal mengenai proyeksi isometri baik pengertian proyeksi isometri, ciri ciri proyeksi isometri, dan contoh proyeksi isometri. Semua hal tersebut akan dibahas lebih lanjut pada artikel berikut ini.

Pengertian Proyeksi Isometri

Proyeksi isometri adalah proyeksi yang digunakan untuk menggambar obyek berbentuk tiga dimensi dengan ketentuan sudut dan skala pemendekan yang sudah diatur sebelumnya. Proyeksi isometri merupakan bagian dari proyeksi aksonometri. Gambar proyeksi ini digunakan untuk menggambarkan secara detail struktur sebuah obyek baik berbentuk benda, bangunan, dan lain sebagainya.

Pada proyeksi isometri memiliki beberapa aturan dalam gambar teknik. Proyeksi isometri adalah sebuah proyeksi yang memiliki perbandingan panjang ketiga sumbu yaitu x, y, z 1:1:1. Jarak sudut yang dibentuk antara sumbu x dan sumbu y sebesar 120 derajat. Sementara itu sudut yang dibentuk antara sumbu x dan sumbu y terhadap garis datar atau horisontal adalah 30 derajat.

Oleh karena itu dalam menggambar proyeksi isometri harus sesuai dengan berbagai syarat atau karakteristik diatas. Untuk lebih jelasnya dapat memperhatikan contoh gambar proyeksi isometri dibawah ini.
proyeksi isometri

Ciri Ciri Proyeksi Isometri

Untuk mengetahui apakah sebuah gambar teknik menggunakan proyeksi isometri atau tidak maka perlu diketahui karakteristik atau ciri ciri proyeksi isometri. Untuk lebih jelasnya berikut merupakan pembahasan mengenai ciri ciri proyeksi isometri:

1. Sumbu

Pada proyeksi isometri, sumbu x dan sumbu y membentuk sudut 30 derajat terhadap garis horisontal. Sementara itu kedua sumbu tersebut membentuk sudut 120 derajat.

2. Ukuran Garis Sumbu

Pada proyeksi isometri memiliki perbandingan panjang ketiga sumbu yaitu x,y,z 1:1:1. Artinya ketiga sumbu memiliki skala yang sama sebagai contoh sumbu x, y, dan z memiliki panjang 2, 3, 4 mm maka apabila obyek akan digambar menggunakan proyeksi isometri panjang setiap sumbu memiliki ukuran yang sama atau tanpa adanya perbandingan skala.

Contoh Proyeksi Isometri

Dalam penggunaannya, terdapat beberapa jenis proyeksi isometri. Hal ini disesuaikan dengan kebutuhan bagaimana penyajian atau bentuk dari proyeksi isometri. Untuk lebih jelasnya berikut merupakan contoh proyeksi isometri.

1. Proyeksi Isometri Normal

Pada proyeksi isometri normal, syarat dan ketentuan sesuai dengan ciri ciri proyeksi isometri pada umumnya. Besar sudut yang dibentuk antara sumbu x dan sumbu y dengan garis horisontal bernilai 30 derajat. Sementara itu sumbu z membentuk sudut 90 derajat terhadap garis horisontal namun bernilai negatif.
proyeksi isometri

2. Proyeksi Isometri Terbalik

Proyeksi isometri terbalik merupakan hasil cermin proyeksi isometri normal. Pada proyeksi isometri terbalik besar sudut yang dibentuk antara sumbu x dan sumbu y adalah 30 derajat bernilai negatif. Sementara itu sumbu z membentuk sudut 90 derajat terhadap garis horisontal dengan nilai positif. Dengan kata lain proyeksi isometri terbalik merupakan proyeksi isometri normal yang diputar sebesar 180 derajat.
proyeksi isometri

3. Proyeksi Isometri Horisontal

Proyeksi isometri horisontal merupakan proyeksi isometri normal yang mana kedudukan dan bentuk gambar diputar sebesar 270 derajat ke arah kanan. Dengan kondisi ini maka sumbu x dan sumbu y akan membentuk sudut sebesar 30 derajat terhadap garis vertikal. Sementara itu sumbu z akan membentuk sudut 90 derajat terhadap garis vertikal atau sejajar dengan garis horisontal dengan nilai positif.
proyeksi isometri
Diatas merupakan pembahasan mengenai proyeksi isometri baik pengertian proyeksi isometri, ciri ciri proyeksi isometri, dan contoh proyeksi isometri. Semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan.

Posting Komentar untuk "Mengenal Proyeksi Isometri (Pengertian, Ciri-Ciri, Contoh)"