Sistem Bahan Bakar Konvensional (Karburator) Pada Kendaraan

Sistem bahan bakar konvensional merupakan salah satu sistem bahan bakar yang ada pada kendaraan. Sistem bahan bakar konvensional menggunakan karburator sebagai komponen utamanya. Pada umumnya sistem bahan bakar konvensional masih menggunakan komponen-komponen mekanis. Oleh karena itu secara efisiensi sistem bahan bakar konvensional sangatlah kurang.

Teknologi sistem bahan bakar konvensional ini sangat populer digunakan pada tahun 1980n. Hingga saat ini masih banyak kendaraan yang menggunakan teknologi ini. Meskipun dalam pengguanaannya sudah mulai tergeser dengan teknologi elektronic fuel injection. EFI banyak digunakan, dikarenakan efisiensi penggunaan bahan bakar yang lebih baik.

Pada sistem bahan bakar pada umumnya terdiri dari beberapa komponen mulai dari tangki bahan bakar sampai pada charcoal canister. Apabila pada EFI terdapat injector, maka pada sistem bahan bakar terdapat karburator. Karburator sendiri merupakan komponen terpenting dalam sistem bahan bakar konvensional yang memiliki fungsi untuk menyalurkan sejumlah campuran bahan bakar dan udara yang dibutuhkan oleh mesin. Keseluruhan komponen tersebut membentuk sebuah sistem yang dinamakan sistem bahan bakar konvensional.

Lalu apa fungsi sistem bahan bakar? Apa saja komponen sistem bahan bakar konvensional dan fungsinya? Bagaimana cara kerja sistem bahan bakar konvensional? Semua hal tersebut akan dibahas pada artikel berikut ini.

Fungsi Sistem Bahan Bakar

Sistem bahan bakar pada umumnya memiliki fungsi untuk mencampur bahan bakar dan udara sesuai yang dibutuhkan mesin, menyalurkan campuran bahan bakar dan udara, serta mengabutkan campuran bahan bakar dan udara agar mudah terjadi proses pembakaran diruang bakar. Pada sistem bahan bakar konvensional semua hal tersebut masih dilakukan secara mekanis terutama oleh komponen karburator.

Komponen Sistem Bahan Bakar Konvensional

Pada sistem bahan bakar konvensional terdapat beberapa komponen yang memiliki fungsi yang bermacam-macam. Berikut merupakan komponen sistem bahan bakar konvensional beserta fungsinya.

Tangki Bahan Bakar

Tangki bahan bakar merupakan salah satu komponen sistem bahan bakar yang memiliki fungsi untuk menampung bahan bakar sebelum disalurkan kedalam mesin untuk proses pembakaran. Tangki bahan bakar biasanya dibuat dari bahan plat tipis yang dibentuk sedemikian rupa. Selain itu, tangki bahan bakar juga dilapisi anti karat. Posisi tangki bahan bakar sendiri yaitu pada bagian bawah atau dibagian belakang kendaraan untuk mencegah terjadinya kebocoran dan benturan. Pada tangki bahan bakar, terdapat beberapa komponen lain seperti fuel sender gauge atau alat pengukur jumlah bahan bakar, drain plug atau baut untuk penguras bahan bakar, dan separator yang memiliki fungsi untuk damper apabila kendaraan tergoncang sehingga bahan bakar tidak tumpah.

Saluran Bahan Bakar/Selang

Posisi tangki bahan bakar berada di belakang dan bagian bawah maka diperlukan saluran yang dapat digunakan untuk menyalurkan bahan bakar ke karburator yang terletak pada bagian depan kendaraan. Oleh karena itu diperlukan saluran bahan bakar. Selang bahan bakar dibuat dari pipa-pipa berbahan seng atau tembaga dan dilengkapi pelindung untuk menahan saluran bahan bakar dari benturan. Sementara pada bagian tertentu, saluran bahan bakar dibuat dari bahan karet untuk mempermudah pembentukan agar tidak mengganggu kinerja mesin.

Saringan Bensin

Saringan bensin atau yang lebih dikenal dengan filter bensin merupakan bagian dari sistem bahan bakar konvensional yang berfungsi untuk  menyaring kotoran dan air yang ikut terbawa atau ada di bahan bakar. Elemen saringan pada filter bensin akan menahan aliran bahan akar kemudian menyaring kotoran, debu, pasir, air, dan benda asing yang mempunyai massa lebih berat dibanding bahan bakar. Kotoran akan diendapkan pada bagian bawah saringan, sedangkan kotoran yang lebih ringan akan menempel pada dinding-dinding elemen.

Letak filter bahan bakar adalah diantara saringan bensin dan pompa bahan bakar. Hal ini diperlukan untuk mencegah kerusakan terutama pada pompa dan jalur-jalur yang ada pada karburator. Umumnya filter bahan bakar memiliki masa pakai tertentu biasanya dalam rentang 10000 km perlu dilakukan penggantian unit filter bahan bakar.

Charcoal Canister

Charcoal canister merupakan salah satu bagian dari sistem bahan bakar untuk menyimpan sementara uap bensin dan kemudian akan dikirimkan e mesin atau ruang bakar saat terjadi proses pembakaran. Penggunaan charcoal canister pada bahan bakar konvensional hanya digunakan pada beberapa model tertentu saja. Hal ini bertujuan untuk mengurangi gas hidro carbon untuk mengalir ke udara bebas. Prinsip kerjanya sangat mudah yaitu uap bahan bakar akan ditampung pada charcoal canister. Pada komponen ini gas hidrocarbon akan dipisahkan dan dicampur langsung dengan udara. Pada saat mesin hidup, maka gas tersebut akan dialirkan menuju karburator untuk kemudian dibakar pada ruang bakar.

Pompa Bahan Bakar

Pompa bahan bakar merupakan salah satu komponen pada sistem bahan bakar konvensional yang berfungsi untuk memompa bahan bakar dari tangki agar bisa mengalir ke karburator yang letaknya lebih tinggi daripada tangki bahan bakar. Cara kerjanya seperti pompa biasanya yaitu bahan bakar akan dihisap dari tangki kemudian ditekan dan dialirkan menuju ke karburator.

Pompa bahan bakar terdiri dari dua jenis yaitu pompa bahan bakar mekanis dan pompa bahan bakar elektrik. Pompa bahan bakar mekanis memanfaatkan membran diafragma dan banyak digunakan pada sistem bahan bakar konvensional. Sementara pompa bahan bakar elektrik banyak digunakan pada sistem EFI karena membutuhkan tekanan yang jauh lebih besar.

Karburator

Karburator merupakan salah satu komponen wajib pada sistem bahan bakar konvensional yang memiliki fungsi untuk mencampur bahan bakar dan udara sesuai dengan kebutuhan mesin dan mengabutkan campuran bahan bakar tersebut agar mudah dibakar pada ruang bakar. Tentunya kebutuhan campuran bahan bakar dan udara pada kendaraan berbeda-beda tergantung dengan kondisi kendaraan. Semisal pada saat akselerasi tentunya kebutuhan campuran bahan bakar dan udara lebih kaya yaitu 8:1 dibanding pada saat kendaraan posisi idle yang hanya membutuhkan 11:1. Oleh karena itu karburator harus bisa menyesuaikan campuran bahan bakar dan udara pada setiap keadaan mesin. 

Prinsip kerja karburator sama seperte semprotan cat. Saat ada udara ditiup pada bagian pipa maka tekanan didalam pipa akan menurun yang menyebabkan cairan akan tertarik atau terhisap akibat penurunan tekanan tadi (kevakuuman). Selain itu cairan yang terhisap juga akan membentuk partikel-partikel kecil atau dispraykan. Semakin cepat aliran udara maka semakin besar juga penurunan tekanan udara yang ada pada pipa sehingga cairan yang terhisap juga lebih banyak.

Cara Kerja Sistem Bahan Bakar Konvensional

Cara kerja sistem bahan bakar konvensional sebenarnya sangat sederhana. Ketika mesin dinyalakan maka mesin akan berputar. Putaran mesin ini akan dihubungkan ke pompa bahan bakar melalui poros camshaft. Maka pompa bahan bakar akan bekerja untuk menghisap dan menekan bahan bakar yang kemudian akan dialirkan melalui pipa bahan bakar menuju karburator. Namun sebelum dihisap, bahan bakar akan disaring terlebih dahulu untuk mencegah kotoran dan uap air ikut terbawa menuju karburator.

Didalam karburator, bahan bakar akan ditampung sementara pada ruang pelampung. Ketika mesin dihidupkan maka selain karburator, udara juga akan masuk kedalam karburator yang sebelumnya sudah disaring melalui filter udara. Udara ini akan mengalir melalui ventury yang merupakan ruangan mengecil didalam karburator. Tujuannya adalah untuk menurunkan tekanan udara yang mengalir didalam karburator (menaikkan kevakuman). Kevakuman pada ventury ini akan menyebabkan bahan bakar yang ada diruang pelampung akan terhisap naik menuju ke main jet. Dan akan keluar melalui main jet tersebut dan bercampur dengan udara yang melewati ventury.

Akibatnya bahan bakar dan udara akan bercampur menjadi satu dan siap disalurkan ke intake manifold dan siap dimasukan melalui katup intake ke ruang bakar untuk proses pembakaran. Untuk menaikkan dan menurunkan campuran bahan bakar dan udara yang dimainnkan adalah kevakuman pada ventury. Semakin cepat udara mengalir pada ventury maka semakin besar kevakuman sehingga bahan bakar yang terhisap juga semakin banyak begitu juga sebaliknya. Ketika membutuhkan campuran bahan bakar dan udara yang kurus maka kecepatan aliran udara dikurangi sehingga kevakuman juga akan turun. Hal ini diatur menggunakan katup throtle, semakin besar pembukaan katup throtle maka semakin cepat aliran udara, semakin kecil bukaan throtle maka semakin rendah juga kecepatan aliran udara.

Demikian merupakan pembahasan mengenai sistem bahan bakar konvensional. Baik dari segi fungsi sistem bahan bakar konvensional, komponen sistem bahan bakar konvensional, serta cara kerja sistem bahan bakar konvensional

0 Response to "Sistem Bahan Bakar Konvensional (Karburator) Pada Kendaraan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel