Mengenal 6 Perbedaan Rem Tromol Dan Rem Cakram

perbedaan rem tromol dan rem cakram
Perbedaan Rem Tromol Dan Rem Cakram - Terdapat dua jenis rem yang banyak digunakan pada kendaraan yaitu rem tromol dan rem cakram. Keduanya sering kali ditemukan pada kendaraan baik roda depan maupun roda belakang. Namun keduanya jenis rem tersebut memiliki berbagai perbedaan. Lalu apa sih perbedaan rem tromol dan rem cakram?

Sistem rem memiliki peranan yang sangat penting pada kendaraan untuk menjamin keselamatan dan keamanan dalam berkendara. Dengan adanya sistem rem maka laju kendaraan dapat dikurangi atau bahkan dihentikan. Selain itu memungkinkan kendaraan parkir pada tempat yang tidak rata.

Rem tromol dan rem cakram merupakan dua jenis sistem rem yang banyak ditemukan. Secara prinsip kerja keduanya memanfaatkan perubahan energi mekanik menjadi energi panas melalui gesekan. Gesekan ini yang dapat mengurangi atau menghentikan laju kendaraan.

Secara konstruksi terdapat perbedaan komponen pada rem tromol dan rem cakram. Walaupun secara terdapat beberapa komponen yang sama. Selain itu pada rem tromol dan rem cakram terdapat bidang gesek dan media gesekan yang akan mengubah tenaga mekanis menjadi energi gesek.

Selain itu, pada kedua jenis rem memiliki karakterstik yang berbeda. Untuk mengetahui lebih banyak mengenai perbedaan rem tromol dan rem cakram akan dibahas pada artikel berikut ini.

Perbedaan Rem Tromol dan Rem Cakram

Ada beberapa hal yang membedakan antara rem tromol dengan rem cakram. Berikut merupakan pembahasan mengenai perbedaan rem tromol dan rem cakram.

1. Cara Kerja 

Fungsi rem tromol dan rem cakram sebenarnya sama yaitu untuk menghentikan atau mengurangi laju kendaraan. Secara prinsip kerja kedua jenis rem tersebut juga memanfaatkan perubahan energi kinetik menjadi energi panas. Namun terdapat perbedaan pada mekanisme kerjanya.

Pada rem tromol memanfaatkan self energizing effect. Self energizing effect merupakan energi yang timbul akibat gesekan dengan memanfaatkan putaran. Semisal ketika roda berputar searah jarum jam, maka penekanan kampas rem akan searah dengan putaran roda tersebut. Mekanisme ini sering disebut dengan leading dan trailing.
Pada rem tromol menghasilkan tenaga pengereman yang besar karena memiliki bidang gesek yang luas. Tenaga yang besar ini dapat digunakan untuk menahan berbagai kendaraan dengan beban berat. Oleh karena itu rem tromol sering ditemukan pada kendaraan niaga.

Sementara itu, rem cakram memanfaatkan prinsip jepit atau tekanan. Kampas akan didorong oleh tenaga hidroliki untuk menekan dan menjepit piringan cakram dari kedua sisi. Akibatnya akan timbul gesekan yang menyebabkan adanya pengurangan laju kendaraan.

Rem cakram memiliki keuntungan akibat metode jepit tersebut. Keuntungannya yaitu pengereman lebih responsif tanpa adanya jarak pengereman. Rem cakram sering ditemukan pada kendaraan keluarga atau pasengger. 

2. Konstruksi

Rem tromol memiliki konstruksi yang berbeda dengan rem cakram. Secara umum, konstruksi rem cakram lebih kompleks dan tidak menghabiskan banyak ruang. Selain itu rem cakram memiliki media gesek berbentuk piringan cakram. Untuk menekan kampas, rem cakram membutuhkan komponen bernama brake caliper. Caliper inilah yang akan mengubah tenaga hidrolis menjadi tenaga mekanis untuk mendorong brake pad agar saling bergesekan dengan piringan cakram.

Secara konstruksi rem cakram lebih minimalis karena memiliki komponen yang lebih sedikit dibanding rem tromol. Terdapat berbagai komponen yang dihilangkan seperti adjuster, return spring, dan berbagai komponen lainnya. Pada rem cakram memiliki kemampuan untuk menyetel atau menyesuaikan kondisi dari brake pad tanpa harus dilakukan penyetelan secara konvensional.

Sementara itu pada rem tromol memiliki media gesek yang berbentuk drum atau tromol. Untuk mengubah tenaga hidrolis menjadi mekanis, rem tromol tromol membutuhkan silinder roda. Silinder roda akan mendorong brake shoe agar bergesekan dengan tromol.

Pada rem tromol masih terdapat adjuster yang digunakan untuk menyetel jarak antara brake shoe dengan tromol. Apabila jarak brake shoe dengan tromol dekat maka rem akan lebih cepat responsif. Sebaliknya, apabila jarak brake shoe dengan tromol jauh maka rem akan kurang responsif.

Selain itu rem cakram memiliki konstruksi terbuka. Hal ini menyebabkan rem cakram lebih rentan mengalami kerusakan akibat gangguan luar seperti kotoran, debu, benturan, dan lain sebagainya. Sementara itu rem tromol memiliki konstruksi tertutup sehingga lebih aman dari adanya kerusakan.

3. Kendaraan Yang Menggunakan

Rem tromol dan rem cakram masih banyak ditemukan pada berbagai kendaraan sampai saat ini. Hal ini dikarenakan keduanya memiliki berbagai kelebih dan kekurangan masing-masing. Rem tromol banyak ditemukan pada kendaraan keluaran tahun 1986 n atau yang lebih tua. Walaupun pada saat ini masih ditemukan beberapa kendaraan yang menggunakan rem tromol namun dikombinasikan dengan rem cakram pada roda depan. Rem tromol banyak digunakan pada kendaraan niaga.

Sementara itu rem cakram banyak ditemukan untuk mobil keluaran terbaru. Rem cakram banyak ditemukan pada kendaraan yang pasengger atau penumpang karena memiliki keamanan dan keselamatan yang lebih terjamin dibanding rem tromol. 

4. Harga

Dari segi harga, rem cakram dan rem tromol memiliki perbedaan yang cukup lumayan. Rem tromol memiliki harga yang lebih ekonomi dibanding rem cakram. Hal ini dikarenakan teknologi dan kemampuan rem tromol yang dibawah rem cakram. Sementara itu rem cakram memiliki harga yang sedikit lebih mahal. Namun menawarkan berbagai kelebihan yang tidak ditemukan pada rem cakram.

Sebagai contoh, harga tromol rem berkisar antara 500 ribu -1 juta. Sementara itu harga piringan cakram rata rata berkisar antara 1 juta - 3 juta. Dari satu komponen saja harga rem cakram bisa dua kali harga rem tromol.

Murahnya rem tromol, terkadang produsen memilih menggabungkan keduanya untuk menghemat biaya produksi. Dengan begitu harga jual mobil dapat lebih terjangkau bagi konsumen yang ada di Indonesia.

5. Kemampuan Pengereman

Rem cakram dan rem tromol sebenarnya memiliki kemampuan pengereman yang hampir sama. Namun keduanya memiliki kelebihan masing-masing. Pada rem tromol memiliki daya pengereman yang lebih besar karena bidang geseknya lebih luas. Oleh karena itu banyak digunakan pada kendaraan niaga. Namun rem tromol membutuhkan jarak tertentu sampai laju kendaraan berhenti.

Sementara itu rem cakram memiliki kemampuan pengereman yang lebih responsif. Hal ini yang membuat rem cakram lebih aman daripada rem tromol. Artinya rem cakram tidak membutuhkan jarak pengereman. Namun untuk membuat daya pengereman yang lebih besar membutuhkan piringan cakram yang besar pula. Hal ini tentu membutuhkan konstruksi kendaraan yang lebih tinggi juga.

6. Proses Pelepasan Panas

Konstruksi rem tromol merupakan rem tertutup. Oleh karena itu panas pada rem tromol akan lebih lama dilepas ketika proses pengereman berlangsung. Panas yang dihasilkan dari gesekan kampas dengan tromol hanya berputar pada berbagai komponen rem tromol. Oleh karena itu sering terjadi overheating pada tromol rem ketika rem tromol mengalami macet.

Sementara itu rem cakram merupakan konstruksi rem terbuka. Artinya udara akan lebih mudah bersirkulasi di sekitar rem. Dengan begitu maka panas yang dihasilkan dari proses pengereman akan lebih mudah dilepas keudara atau dengan kata lain rem cakram memiliki efisiensi pendinginan yang lebih baik.

Terdapat beberapa hal yang menyebabkan rem tromol dan rem cakram berbeda. Perbedaan rem tromol dan rem cakram ini menyebabkan keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Posting Komentar untuk "Mengenal 6 Perbedaan Rem Tromol Dan Rem Cakram"