Mengenal Pengertian dan Cara Kerja Sistem Suspensi

cara kerja sistem suspensi
Pengertian dan Cara Kerja Suspensi - Sistem suspensi adalah salah satu bagian kendaraan yang memiliki tugas untuk menambah kenyamanan dan keamanan dalam berkendara. Pengertian sistem suspensi adalah suatu sistem yang memiliki fungsi untuk menyerap atau mereduksi getaran dan kejutan akibat permukaan jalan yang tidak rata sehingga dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan dalam berkendara.

Kenyamanan dan keamanan merupakan salah satu faktor utama dalam berkendara. Hal ini dikarenakan kendaraan akan mengalami goncangan akibat permukaan jalan yang tidak rata. Untuk mengurangi goncangan tersebut maka kendaraan perlu dilengkapi sistem suspensi.

Cara kerja suspensi sebenarnya sangat sederhana. Prinsip kerja suspensi yaitu dengan menyediakan partisi antara roda dengan bodi kendaraan. Partisi atau sekat ini memiliki daya elastis sehingga gerakan yang dilakukan secara tiba-tiba tidak akan mempengaruhi bodi kendaraan. Artinya getaran atau kejutan tidak akan diteruskan ke bodi kendaraan.

Oleh karena itu sistem suspensi memiliki peranan yang penting. Lalu apa pengertian sistem suspensi? Bagaimana cara kerja suspensi? Semua hal tersebut akan dibahas pada artikel berikut ini.

Pengertian Sistem Suspensi

Pengertian sistem suspensi adalah suatu sistem pada kendaraan yang berguna untuk mereduksi dan menyerap getaran yang timbul akibat permukaan jalan yang tidak rata untuk menambah kenyamanan dan keamanan berkendara. Getaran atau oksilasi yang timbul akibat permukaan jalan akan diserap dan tidak akan diteruskan pada bodi kendaraan.

Oksilasi akan mempengaruhi kestabilan dalam berkendara. Oksilasi akan menyebabkan timbulnya berbagai masalah seperti yawing, rolling, bouncing, dan pitching. Semua hal tersebut akan mengurangi kenyamanan dan keamanan saat berkendara.

Secara garis besar sistem suspensi terdiri dari dua jenis yaitu suspensi independent dan suspensi rigid. Suspensi independent adalah sistem suspensi yang mana roda kanan dan kiri tidak terhubung pada satu poros. Artinya kinerja suspensi kanan dan kiri tidak saling mempengaruhi. Sementara itu suspensi rigid adalah sistem suspensi yang terhubung pada satu poros sehingga kinerja suspensi kiri dan kanan saling mempengaruhi.

Cara Kerja Suspensi

Cara kerja suspensi yaitu menyediakan partisi yang diletakkan antara roda dengan bodi kendaraan. Partisi atau sekat memiliki daya elastisitas yang tinggi. Oleh karena itu ketika roda menerima kejutan, kejutan tersebut akan terserap oleh elastisitas partisi. Dengan begitu kejutan tidak akan diteruskan ke bodi kendaraan.

Pada umumnya sekat yang digunakan adalah pegas suspensi. Pegas memiliki daya elastisitas yang tinggi serta kekuatan yang cukup kuat untuk menahan beban. Ada beberapa jenis pegas yang digunakan pada suspensi kendaraan yaitu:
  1. Pegas coil atau coil spring adalah salah satu jenis pegas yang menggunakan pegas ulir atau pegas keong sebagai partisi antara roda dan bodi kendaraan.
  2. Pegas torsi atau torsion bar spring adalah salah satu jenis pegas batang torsi yang digunakan pada kendaraan dengan beban ringan.
  3. Pegas daun atau leaf spring adalah salah satu jenis pegas yang terdiri dari bilah-bilah baja yang memiliki kelenturan tinggi.
Cara kerja suspensi berdasarkan jenis pegas suspensi yang digunakan. Pegas koil memanfaatkan deformasi atau perubahan bentuk akibat elastisitas pegas koil. Sementara itu pegas batang torsi memanfaatkan momen puntir untuk meneruskan getaran yang diterima oleh kendaraan. Pegas daun memanfaatkan bilah baja melengkung yang akan lurus apabila menerima getaran atau kejutan dari permukaan jalan.

Namun pegas saja tidak cukup agar kerja suspensi dapat menambah kenyaman dan keamanan dalam berkendara. Apabila sistem suspensi hanya terdiri dari pegas maka grafik oksilasi yang dihasilkan akan terlalu panjang. Akibatnya akan meningkatkan timbulnya bodi rolling pada kendaraan. Oleh karena itu cara kerja suspensi perlu ditambahkan peredam atau yang dikenal dengan shock absorber.

Peredam adalah suatu konverter tenaga yang menggunakan tahanan fluida atau gas untuk merubahan energi kinetik menjadi energi panas. Akibatnya getaran vertikal yang terjadi pada pegas akan dikurangi untuk memperpendek kurva oksilasi sehingga efek bodi rolling pada kendaraan dapat dikurangi.

Peredam yang digunakan pada suspensi kendaraan terdiri dari dua jenis yaitu fluida berupa oli serta gas yang banyak digunakan pada air suspension. Kedua jenis fluida tersebut akan menahan gerakan vertikal pada pegas sehingga oksilasi dapat dikurangi. Pada proses kerjanya ada dua kerja peredam yaitu ektension atau perpanjangan dan compression atau perpendekan. Saat ektension maka fluida akan menahan gerakan perpanjangan peredam melalui sebuah piston yang terdapat didalam peredam begitu juga sebaliknya.

Selain itu untuk menyempurnakan cara kerja suspensi pada kendaraan maka terdapat beberapa komponen lain yang akan membantu kerja suspensi menjadi maksimal seperti karet support, strut bar, stabilizer bar, ball joint, dan berbagai komponen lainnya.

Kerja dari berbagai komponen tersebut membentuk sebuah sistem yang dinamakan sistem suspensi yang akan menyerap getaran atau kejutan yang diterima oleh kendaraan. Dengan begitu proses berkendara dapat menjadi lebih nyaman, serta aman.

Diatas merupakan pembahasan mengenai sistem suspensi. Pembahasan mulai dari pengertian sistem suspensi dan cara kerja suspensi.

Posting Komentar untuk "Mengenal Pengertian dan Cara Kerja Sistem Suspensi"