Komponen-Komponen Mekanisme Katup Dan Fungsinya

Pada engine atau mesin terdapat mekanisme yang berfungsi untuk menggerakkan baik untuk membuka dan menutup katup. Mekanisme tersebut sering disebut dengan mekanisme katup. Kita ketahui bahwasanya katup itu memiliki fungsi sebagai keran untuk membuka dan menutup saluran masuk dan saluran buang. Saluran masuk yang lebih dikenal dengan katup masuk (intake) dan saluran buang yang lebih dikenal dengan katup buang (ekhaust). Katup masuk atau intake berfungsi untuk membuka dan menutup saluran masuk bahan bakar ke ruang bakar. Dan saluran buang untuk membuka dan menutup saluran buang untuk mengeluarkan gas sisa pembakaran.

Pada dasarnya jumlah katup pada kendaraan berbeda-beda tergantung jumlah silinder dan teknologi yang digunakan. Pada mesin 4 silinder terdapat 8 katup standar yaitu 4 katup masuk dan 4 katup buang. Namun beberapa teknologi semisal DOHC, pada mesin 4 silinder bisa terdiri dari 16 katup yang terdiri dari 8 katup masuk dan 8 katup buang.

Selain itu terdapat beberapa komponen lain yang memiliki fungsi komplek yang intinya untuk membuka dan menutup katup secara efisien. Apa saja komponen-komponen pada mekanisme katup? Apa saja fungsi komponen mekanisme katup? Semua hal ini akan dibahas pada artikel berikut ini.

Fungsi Mekanisme Katup

Pada dasarnya mekanisme katup berfungsi untuk menggerakkan katup agar bisa terbuka dan tertutup sesuai dengan waktunya. Katub masuk atau intake akan terbuka pada saat langkah hisap dimana bahan bakar/udara masuk ke ruang bakar. Sementara katup buang akan terbuka disaat langkah buang dimana gas sisa pembakaran akan didorong keluar ke knalpot. 

Komponen-Komponen Mekanisme Katup Dan Fungsinya

Pada mekanisme katup terdapat berbagai komponen yang mempunyai tugas atau fungsi yang berbeda-beda. Berikut merupakan komponen-komponen mekanisme katup dan fungsinya.

Pengangkat Katup

Pada mekanisme katup terdapat komponen yang berfungsi untuk meneruskan gerakan camshaft ke push rod untuk mekanisme katup tipe OHV. Komponen tersebut adalah pengangkat katup atau valve lifter. Valve lifter ini terhubung dengan katup melalui batang penekan atau push rod. Valve lifter ini akan bergerak naik turun akibat nok yang terdapat pada poros camshaft yang berputar.

Namun untuk mekanisme ini harus dilakukan penyetelan katup untuk mengembalikan kinerja dari valve lifter untuk membuka dan menutup katup. Namun ada beberapa juga yang tidak memerlukan penyetelan dikarenakan sudah menggunakan hidraulic lifter atau selad lifter dan last adjuster.

Batang Penekan

Selain terdapat pengangkat katup, pada mekanisme katup terdapat komponen lain yang berguna untuk meneruskan gerakan naik turun dari valve lifter ke rocker arm. Komponen tersebut adalah batang penekan atau yang lebih dikenal dengan push rod. Namun push rod hanya digunakan untuk mekanisme katup tipe overhead valve, sementara untuk overhead camshaft tidak menggunakan batang penekan.

Rocker Arm Dan Shaft

Rocker arm terpasang pada rocker arm shaft. Rocker arm merupakan pengungkit yang berfungsi untuk mengungkit katup agar dapat terbuka dan tertutup. Saat katup terbuka, hal tersebut dikarenakan rocker arm terdorong leh pushrod sehingga menekan katup dan mengalahkan pegas katup sehingga katup dapat membuka. Namun saat rocker arm tidak tertekan oleh push rod maka pegas katup akan mengembalikan katup ke posisi semula atau menutup rapat agar tidak terjadi kebocoran.

Pada rocker arm terdapat lock nut yang digunakan untuk penyetelan katup. Namun beberapa mekanisme tidak dilengkapi lock nut karena dapat menyetela dengan sendirinya semisal katup hidraulis.

Camshaft 

Camshaft merupakan bagian dari mekanisme katup yang mempunyai tonjolan atau nok. Tonjolan atau nok ini berfungsi untuk membuka dan menutup katup sesuai dengan valve timing diagram pada mesin atau sederhananya yaitu membuka dan menutup katup sesuai dengan waktunya. Lobe atau nok ini mempunyai tinggi yang sudah disesuaikan dengan jenis kendaraan yang ada. Pada umumnya terdapat satu poros camshaft untuk menggerakan katup baik intake maupun ekhaust. Namun berbeda dengan mekanisme double overhead camshaft yaitu terdapat dua poros camshaft, 1 poros intake dan 1 poros ekhaust.

Crankshaft

Cranshaft merupakan komponen pada mesin yang berfungsi untuk menghasilkan tenaga putar untuk langkah lain selain langkah tenaga. Pada mekanisme katup, fungsi dari crankshaft yaitu sebagai penghasil tenaga putar untuk menggerakkan katup agar dapat membuka dan menutup.

Timing Belt/Timing Chain/Timing Gear

Timing belt atau timing chain atau timing gear merupakan bagian dari mekanisme katup yang berfungsi untuk meneruskan tenaga putar dari crankshaft ke poros camshaft.

Tensioner

Tensioner merupakan bagian dari mekanisme katup yang berfungsi untuk menarik timing chain atau belt agar tegangan selalu sesuai dengan standar (kencang). Tensioner terdiri dari dua jenis yaitu tipe roller dan tipe hidrolik. Tipe roller memanfaatkan pegas untuk mengatur kekencangan dari chain atau belt. Sementara untuk tipe hidrolik memanfaatkan oli mesin untuk mengatur kekencangan dari chain atau belt.

Gear Sprocket

Gear sprocket merupakan bagian dari mekanisme katup yang berfungsi untuk menghubungkan tenaga putar dari crankshaft ke camshaft. Selain menghubungkan tenaga putar, gear sprocket juga berfungsi untuk menentukan timing pembukaan dan penutupan katup agar sesuai dengan langkah-langkah pada mesin. Perbandingan gear sprocket pada poros camshaft dan crankshaft biasanya adalah 1:2. Hal ini berfungsi agar poros camshaft dapat berputar 1 kali ketika mesin sudah menyelesaikan ke empat langkah.

Valve Atau Katup

Valve atau katup merupakan pintu dari keluar masuknya bahan bakar/udara dan gas buang sisa pembakaran. Katup terdiri dari dua jenis yaitu katup masuk atau intake dan katup buang atau ekhaust. Perbedaan kedua katup terletak dari ukurannya dimana katup buang memiliki ukuran yang lebih kecil daripada katup masuk. Katup masuk berfungsi untuk keluar masuknya bahan bakar/udara, sedangkan katup buang untuk keluar masuknya gas sisa pembakaran. Pada katup terdapat komponen yang bernama valve seat yang merupakan dudukan dari katup. Dudukan ini berfungsi untuk mencegah terjadinya kebocoran pada katup.

Valve Spring

Valve spring merupakan bagian dari mekanisme katup yang berfungsi untuk mengembalikan katup ke posisi semula serta menahan katup agar tidak berpindah posisi dari valve seat. Hal ini diperlukan agar tidak terjadi kebocoran pada katup karena dapat mempengaruhi perfoma dari kendaraan.

Diatas merupakan beberapa komponen mekanisme katup dan fungsinya. Komponen-komponen mekanisme katup tersebut memiliki fungional yang berbeda-beda. Semuanya menunjang kinerja dari mekanisme katup. Semoga dapat membantu.

0 Response to "Komponen-Komponen Mekanisme Katup Dan Fungsinya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel