Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengenal Berbagai Akibat Oli Transmisi Kurang

Akibat Oli Transmisi Kurang - Oli transmisi memiliki peranan yang sangat penting dalam proses kerja transmisi. Oli transmisi berfungsi untuk merapatkan komponen transmisi, mendinginkan, membersihkan, serta mengurangi gaya gesek yang timbul akibat kerja dari komponen transmisi. Lalu apa akibat oli transmisi kurang?

Apabila oli transmisi kurang tentunya akan timbul berbagai gejala kerusakan serta menurunnya perfoma transmisi. Oleh karena itu diperlukan pengecekan dan penggantian secara berkala untuk mengetahui kondisi dan jumlah oli transmisi. 

Apabila kondisi oli sudah jelek atau berkurang tentunya diperlukan penggantian atau penambahan oli transmisi. Pada umumnya penggantian oli transmisi tergantung kualitas oli itu sendiri. Namun umumnya yaitu berkisar antara 10000-20000 km jarak tempuh.

Penggantian dan pengecekan oli transmisi sangat berguna untuk mengetahui kondisi dan jumlah oli transmisi. Berkurangnya oli transmisi ini dapat ditimbulkan oleh berbagai hal seperti kebocoran, kerusakan seals, dan berbagai kerusakan lainnya. Apabila tidak segera dilakukan perbaikan atau penggantian tentunya akan menyebabkan berbagai kerusakan pada komponen transmisi. Nah untuk itu, terkait akibat oli transmisi kurang akan dibahas pada artikel berikut ini.
akibat oli transmisi kurang

1. Muncul Suara Kasar

Muncul suara kasar adalah salah satu akibat oli transmisi kurang. Terkadang akan ada suara mendengung atau kasar dari arah bak transmisi saat kendaraan melaju atau melakukan perpindahan gigi percepatan. Namun terkadang hanya saat melakukan perpindahan pada salah satu gigi percepatan saja.

Untuk dengungan yang belum parah maka bunyinya hanya seperti waktu persneling posisi mundur. Namun akan berubah menjadi suara kasar ketika terjadi keausan pada komponen transmisi yang diakibatkan oleh berkurangnya oli transmisi. Hal tersebut menyebabkan komponen oblak sehingga mengeluarkan bunyi.

Apabila belum terlalu parah maka suara kasar ini akan hilang ketika dilakukan proses penggantian oli. Namun apabila sudah parah, penggantian oli transmisi hanya akan memberikan efek yang tidak terlalu. Artinya bunyi atau suara kasar tersebut akan tetap ada pada transmisi saat bekerja dan akan hilang apabila dilakukan penggantian komponen.

2. Muncul Bau Oli Terbakar

Muncul bau oli terbakar adalah salah satu akibat oli transmisi kurang. Oli yang kurang menyebabkan proses pendinginan komponen transmisi berkurang. Akibatnya akan timbul overheating pada transmisi yang akan menyebabkan sebagian oli transmisi ikut terbakar.

Oleh karena itu apabila timbul atau muncul bau terbakar dari arah transmisi yang masuk kedalam ruang kabin perlu dicurigai bahwa oli transmisi kurang. Oleh karena itu diperlukan penambahan atau penggantian oli transmisi.

3. Perpindahan Gigi Sulit

Perpindahan atau masuk gigi sulit adalah salah satu akibat oli transmisi kurang. Oli transmisi kurang akan menyebabkan proses pelumasan berbagai komponen transmisi tidak maksimal. Akibatnya beberapa komponen bagian dalam tidak terlumasi seperti syncromesh.

Apabila komponen-komponen tersebut tidak terlumasi secara sempurna maka akan menghambat terjadinya perpindahan gigi. Seperti kita ketahui synchromesh bertugas untuk menyamakan putaran agar proses perpindahan gigi semakin mudah. Namun apabila synchromesh tidak terlumasi tentunya akan mengganggu proses perpindahan gigi.

Selain itu kurangnya oli transmisi juga akan menyebabkan komponen seperti synchromesh aus. Apabila aus tentunya proses pengereman atau penyamaan putaran terganggu. Akibatnya proses perpindahan gigi akan jauh lebih sulit serta memerlukan overhoul untuk penggantian komponen.

4. Respon Transmisi Telat

Respon transmisi telat adalah salah satu akibat oli transmisi kurang. Apabila berbagai komponen transmisi mengalami keausan akibat kurangnya oli transmisi maka tentunya proses kerja dari transmisi akan terganggu. Keausan beberapa komponen transmisi dapat menyebabkan proses perpindahan gigi telat. Selain itu proses perpindahan gigi akan tersendat.

5. Sistem Kerja Transmisi Bergeser Sendiri

Apabila oli transmisi kurang maka salah satu akibatnya adalah sistem kerja transmisi dapat bergeser sendiri. Istilah lainnya dari peristiwa tersebut adalah nendang balik. Tentunya hal ini akan menggangu perfoma kendaraan.

Saat persneling diposisikan ke gigi dua, sesaat perbandingan gear ratio pada kecepatan dua. Namun tidak lama kemudian akan pindah atau loncat ke gigi satu kembali tanpa adanya pengoperasian persneling atau perpindahan gigi.

Hal ini biasanya terjadi akibat oli transmisi yang kurang namun tetap dipaksa bekerja dalam jangka waktu yang lama. Akibatnya locking mechanism yang ada di transmisi aus dan tidak dapat menahan posisi gigi percepatan. Oleh karena itu terjadi proses kembalinya atau loncatnya gigi percepatan transmisi tanpa adanya proses pengoperasian persneling.

6. Kerusakan Komponen Transmisi

Apabila kondisi kurangnya oli transmisi terjadi dalam jangka waktu yang lama membuat komponen transmisi mengalami keausan. Komponen transmisi yang mengalami keuasan akan menimbulkan kerusakan tambahan seperti gigi percepatan ompong, pecah, dan lain sebagainya. Tentunya apabila kondisi ini dipaksa terus menerus maka kondisi komponen transmisi akan semakin parah.

Oli transmisi yang kurang akan menyebabkan bantalan atau bearing transmisi menjadi kering. Apabila kering maka bearing akan macet sehingga ketika gear percepatan dipaksa bekerja maka gigi percepatan akan rontok atau pecah. Lama kelamaan transmisi akan jebol dan kendaraan macet atau mogok.

Diatas merupakan pembahasan mengenai akibat oli transmisi kurang. Apabila oli transmisi kurang maka akan menimbulkan berbagai gejala atau ciri-ciri yang apabila tidak dilakukan penanganan akan menyebabkan kerusakan transmisi.

Posting Komentar untuk "Mengenal Berbagai Akibat Oli Transmisi Kurang"