Fungsi, Jenis,dan Cara Kerja Throttle Position Sensor atau TPS

Throttle position sensor atau TPS merupakan salah satu sensor pada sistem EFI yang banyak digunakan pada kendaraan. Throttle position sensor atau TPS memiliki fungsi sebagai pendeteksi perubahan katup throttle. Hasil pendeteksian akan dirubah menjadi energi listrik dan dikirimkan ke ECU sebagai informasi untuk berbagai proses selanjutnya. Selain fungsi tersebut, throttle position sensor memiliki fungsi lain.

Throttle position sensor atau TPS terdiri dari berbagai komponen didalamnya. Komponen throttle position sensor ini tergantung dari jenis throttle position sensor yang digunakan. Pada umumnya ada empat jenis throttle position sensor atau TPS yaitu tipe variable resistor, tipe kontak point, induksi, dan hall effect. Pada tipe variable resistor menggunakan resistor potensiometer yang akan berubah nilai resistansinya apabila diputar. Sementara itu tipe kontak point masih secara manual yaitu terdiri dari 3 kontak point yang mana akan berubah nilai tahanannya apabila bersentuhan dengan kontak point yang berbeda.

Cara kerja throttle position sensor atau TPS memanfaatkan pembukaan katup throttle untuk selanjutnya informasi tersebut dirubah menjadi energi listrik DC dan dikirimka ke ECU sebagai informasi untuk proses selanjutnya. Energi listrik DC yang dihasilkan akan berubah-ubah sesuai dengan pembukaan katup throttle. Pada intinya, cara kerja throttle position sensor itu memanfaatkan arus listrik yang mengalir yang dilewatkan melalui sebuah tahanan. Hal ini menyebabkan tegangan yang mengalir akan berubah-ubah tergantung dari besarnya tahanan atau resistansi.

Mengingat throttle position sensor atau TPS sangat penting, maka perlu dipelajari lebih lanjut. Apa saja fungsi throttle position sensor? Apa saja jenis throttle position sensor? Bagaimana cara kerja throttle position sensor? Semua hal tersebut akan dibahas pada artikel berikut ini.

Fungsi Throttle Position Sensor

Fungsi throttle position sensor selain untuk mendeteksi perubahan katup throttle masih terdapat berbagai fungsi mengenai sensor ini. Untuk lebih jelasnya berikut merupakan fungsi throttle position sensor atau TPS.
  1. Memberikan informasi mengenai mode dan kondisi kendaraan. Salah satu fungsi throttle position sensor yaitu mengetahui posisi dan kondisi mesin melalui perubahan kondisi katup throttle. Apakah katup throttle membuka penuh, membuka setengah, dan menutup penuh. Tentunya kondisi-kondisi tersebut menandakan kondisi mesin seperti membuka penuh menandakan akselerasi, menutup penuh mendakan mesin mati, dan membuka setengah menandakan mesin dalam kondisi hidup putaran menengah.
  2. Memberikan koreksi perbandingan campuran udara dan bahan bakar. Dengan informasi yang dihasilkan oleh throttle position sensor digunakan untuk mengkoreksi perbandingan campuran udara dan bahan bakar. Sebagai contoh saat katup throttle membuka penuh maka dibutuhkan bahan bakar yang lebih banyak agar air fuel ratio mendekati satu.
  3. Mematikan switch AC dan kontrol emisi. Informasi dari throttle position sensor atau tps digunakan untuk mematikan dan kontrol emisi gas buang. Semisal saja saat beban penuh maka untuk menghasilkan tenaga yang maksimal, AC akan dimatikan secara tiba-tiba agar tidak mempengaruhi perfoma mesin. 
  4. Mengontrol fuel cut. Informasi dari throttle position sensor digunakan untuk mengontrol kinerja dari injector. Apabila throttle membuka penuh maka diperlukan penambahan bahan bakar sehingga injektor akan menyala lebih lama.

Jenis Throttle Position Sensor

Jenis throttle position sensor atau tps sebenarnya sudah dibahas diatas. Throttle position sensor atau TPS dibagi menjadi dua jenis yaitu tipe variable resistor dan tipe kontak point. Secara fungsi sebenarnya keduanya mempunyai fungsi yang sama. Yang membedakan hanyalah pada kinerja yang mana tipe variable resistor bekerja secara elektrik, dan tipe kontak point bekerja secara mekanis. Untuk lebih jelasnya berikut merupakan jenis throttle position sensor atau TPS.
throttle position sensor
  1. Throttle Position Sensor Tipe Variable Resistor, merupakan salah satu jenis throttle position sensor yang menggunakan variable resistor atau resistor yang dapat berubah-ubah nilai tahanannya. Ketika throttle valve membuka maka akan terjadi perubahan nilai tahanan pada resistor. Hal tersebut menyebabkan terjadinya perubahan tegangan yang dialirkan melalui resistor tersebut. Perubahan tegangan ini dikirimkan ke ECU untuk diolah dan digunakan untuk proses selanjutnya. TPS jenis variable resistor merupakan salah satu jenis TPS yang banyak digunakan pada kendaraan hingga saat ini karena bekerja secara elektronik sehingga informasi yang dihasilkan lebih akurat.
  2. Throttle Position Sensor Tipe Kontak Point, merupakan salah satu jenis throttle position sensor atau TPS yang bekerja secara mekanik yaitu dengan memanfaatkan tiga kontak point. Tiga kontak point ini yang akan memberikan informasi mengenai tiga posisi throttle valve yaitu menutup penuh, membuka setengah, dan membuka penuh. Pada TPS tipe kontak point hanya memanfaatkan kontak mana yang menempel atau tidak menempel untuk memberikan informasi ke ECU. 
  3. Throttle Position Sensor Tipe Induksi, merupakan salah satu jenis throttle position sensor atau TPS yang bekerja dengan memanfaatkan sensor posisi induksi. Sensor ini akan mendeteksi posisi throttle valve melalui elemen IC. Informasi ini akan dirubah menjadi sinyal dc ke ac dan akan menghasilkan perubahan medan magnet. Perubahan medan magnet ini yang digunakan untuk menginduksi pick up coil agar menghasilkan tegangan induksi yang dikirimkan ke ECU untuk mengetahui posisi throttle valve.
  4. Throttle Position Sensor Tipe Hall Effect, merupakan salah satu jenis throttle position sensor atau TPS yang bekerja dengan memanfaatkan hall effect. Hall effect adalah salah satu komponen elektronika yang dapat menghasilkan variasi tegangan output sebagai respon terhadap magnet. Ketika tegangan input dialirkan ke hall effect maka tegangan output akan disesuaikan dengan posisi throttle valve melalui reaksi hall effect terhadap magnet.

Cara Kerja Throttle Position Sensor

Cara kerja throttle position sensor sebenarnya sebagian besar sudah dijelaskan diatas. Pada prinsipnya throttle position sensor bekerja dengan memanfaatkan perubahan katup throttle atau throttle valve. Perbedaannya hanyalah pada jenis throttle valve yang digunakan. Untuk lebih jelasnya berikut merupakan cara kerja throttle position sensor atau TPS.

Tipe Variable Resistor

Cara kerja throttle position sensor atau TPS tipe variable resistor sebenarnya sederhana. TPS variable resistor memanfaatkan variable resistor untuk merubah tegangan output. TPS tipe variable resistor mempunyai tiga terminal yaitu terminal input (VC), terminal output (VTA), dan massa (E2). 
throttle position sensor tipe variable resistor

Pada throttle position sensor tipe variable resistor, besarnya tegangan output (VTA) berbanding lurus dengan pembukaan throttle valve dan berbanding terbalik dengan tahanan resistor. Oleh karena itu apabila pembukaan katup throttle kecil maka tegangan output yang dihasilkan juga kecil. Sementara itu tahanan resistor akan semakin besar. Sebaliknya apabila pembukaan katup throttle besar maka tegangan output yang dihasilkan juga besar. Sementara itu tahanan resistor akan semakin kecil.

Pada throttle position sensor tipe variable resistor, tegangan input sebesar 5 volt akan dirubah menjadi tegangan output (VTA) sesuai dengan pembukaan throttle valve. Tegangan output ini yang akan dikirimkan ke ECU sebagai salah satu informasi untuk menentukan fungsi selanjutnya. Pada saat idle tegangan output (VTA) sebesar 0.6-0.9 volt. Apabila pembukaan throttle valve membuka penuh maka tegangan output (VTA) sebesar 3.5-4.7 volt. 

Tipe Kontak Point

Cara kerja throttle position sensor atau TPS tipe kontak point lebih sederhana daripada tipe variable resistor. Throttle position sensor tipe kontak point bekerja secara mekanik. TPS tipe kontak point terdiri dari tiga terminal yaitu terminal E1 sebagai massa, terminal idl untuk menghentikan kinerja injektor, dan PSW untuk menambah bahan bakar. 
throttle position sensor tipe kontak point

Sama seperti throttle position sensor tipe variable, tipe kontak point juga memanfaatkan perubahan kontak point. Pada saat throttle valve membuka sampai 5 derajat dianggap kondisi mesin deselerasi atau idle. Pada posisi ini terminal E1 akan menempel pada terminal IDL. Saat throttle valve membuka antara 6-49 derajat maka kondisi mesin dianggap putaran menengah. Pada posisi ini throttle valve tidak menempel atau mengambang. Pada posisi pembukaan throttle valve lebih dari 50 derajat maka kondisi mesin dianggap kecepatan tinggi atau akselerasi. Pada posisi ini terminal E1 akan menempel dengan terminal PSW.

Tipe Induction

Cara kerja throttle position sensor tipe induction sebenarnya hampir sama dengan tipe lainnya. Saat terdapat pergerakan pada throttle valve, sensor posisi akan mendeteksi dan mengirimkan informasi melalui elemen IC. Akibatnya akan timbul perubahan medan magnet didalam coil. Hal ini akan mengakibatkan terjadinya tegangan induksi. Tegangan induksi yang berubah-ubah ini yang dijadikan informasi ke ECU untuk proses selanjutnya.

Tipe Hall Effect

Cara kerja throttle position sensor tipe hall effect yaitu dengan memanfaatkan hall effect sensor. Hall effect akan bereaksi apabila dekat dengan sebuah magnet. Oleh karena itu ketika throttle valve berubah posisi, hall effect akan bekerja dan mengakibatkan tegangan output berubah-ubah. Tegangan ini yang dijadikan informasi ke ECU untuk proses selanjutnya.

Diatas merupakan pembahasan mengenai throttle position sensor atau TPS. Pembahasan mulai dari fungsi throttle position sensor (TPS), jenis throttle position sensor (TPS), dan cara kerja throttle position sensor (TPS).

0 Response to "Fungsi, Jenis,dan Cara Kerja Throttle Position Sensor atau TPS"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel