Standar Laporan Keuangan Untuk Usaha

Laporan keuangan sangat diperlukan untuk menilai kemajuan dari sebuah usaha. Namun dalam penyusunan laporan keuangan dibutuhkan standarisasi. Standar laporan keuangan ini menunjukan aktivitas dari sebuah usaha dan kondisi keuangan dari sebuah usaha yang kita kelola. Selain itu laporan keuangan ini juga diperlukan untuk menilai langkah-langkah selanjutnya untuk meningkatkan sebuah keuntungan.

Pada usaha skala besar tentunya laporan keuangan sangat diperlukan. Namun pada usaha kecil menengah tentu kesulitan dalam penerapannya. Padahal laporan keuangan sangat menentukan sebuah keberhasilan dari sebuah usaha baik kecil maupun menengah. Laporan keuangan tidak hanya soal laporan mengenai laba-rugi, melainkan salah satu sumber informasi untuk menentukan kebijakan/langkah selanjutnya. Selain itu laporan keuangan diperlukan agar usaha dapat berkembang dan terarah.

Lalu apa sebenarnya fungsi dari laporan keuangan? Apa saja standar laporan keuangan untuk sebuah usaha? Lalu bagaimana cara membuat sebuah laporan keuangan? Semua hal tersebut akan dibahas pada artikel berikut ini.

Fungsi Laporan Keuangan Untuk Usaha

Dalam sebuah usaha baik usaha kecil maupun menengah, laporan keuangan sangat diperlukan. Hal ini dikarenakan laporan keuangan memiliki beberapa fungsi diantaranya yaitu :
  1. Menunjukan kredibilitas sebuah usaha. Laporan keuangan yang lengkap dan tranparan tentunya menunjukan operasional sebuah perusahaan berjalan dengan lancar. Tentunya hal ini akan menarik para investor atau klien terhadap usaha anda.
  2. Meningkatkan proses pengambilan keputusan. Laporan keuangan yang sesuai tentunya akan membantu para wirausahawan untuk mengambil keputusan baik dalam hal memanfaatkan modal, investasi, penentuan harga, dan lain sebagainya sehingga usaha lebih terarah.
  3. Memperlihatkan kondisi sebuah usaha. Laporan keuangan juga memperlihatkan kondisi dari sebuah usaha, bagaimana perbandingan pendapatan dan pengeluaran.

Standar Laporan Keuangan Untuk Usaha

Dalam sebuah usaha baik kecil maupun menengah tentunya memerlukan sebuah standar dalam pembuatan laporan keuangan. Berikut beberapa standar laporan keuangan dalam usaha baik kecil maupun menengah:

Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi merupakan salah satu standar dalam pembuatan laporan dalam perusahaan. Laporan laba rugi menunjukan perbandingan antara pendapatan dengan jumlah pengeluaran dalam sebuah usaha. Dengan adanya laporan laba rugi ini maka perkembangan sebuah usaha dapat dinilai apakah semakin maju atau mengalami penurunan. Apabila pendapatan diatas pengeluaran tentunya sebuah usaha mendapat sebuah keuntungan, namun sebaliknya apabila pendapatan dibawah pengeluaran maka sebuah usaha mengalami kerugian.

Selain itu dengan laporan laba rugi juga bisa digunakan untuk melihat bagaimana perkembangan keuntungan atau kerugian dalam sebuah usaha. Ketika keuntungan semakin meningkat tentunya berarti perkembangan usaha menuju kearah yang baik. Namun sebaliknya apabila kerugian yang meningkat tentunya diperlukan sebuah action atau langkah-langkah yang diperlukan untuk menyelamatkan usaha yang kita rintis.

Untuk membuat sebuah laporan laba rugi ada dua jenis yaitu single step dan multiple step. Laporan laba rugi single step yaitu dengan mengurangkan jumlah pendapatan total dengan jumlah pengurangan total. Pada laporan laba rugi multiple step terdapat pengkategorian antara pendapatan operasional dengan pendapatan non operasional, serta pengeluaran operasional dan non operasional.Untuk lebih jelasnya lihatlah contoh dibawah ini.


Laporan Neraca

Laporan neraca merupakan salah satu laporan keuangan yang menunjukan kondisi dan posisi keuangan sebuah usaha secara keseluruhan dalam rentang waktu tertentu. Dengan adanya laporan neraca ini maka sebuah usaha akan jelas berapa jumlah aset yang dimiliki, utang yang masih harus dilunasi, serta modal yang dimiliki oleh sebuah usaha.

Dalam laporan neraca terdapat beberapa fungsi diantaranya yaitu 1) fungsi persiapan untuk laporan akhir mengenai keuangan perusahaan. 2) Fungsi pencatatan untuk mencatat data-data keuangan. 3) Fungsi koreksi yaitu untuk mengkoreksi catatan keungan perusahaan antara debit dengan kredit. 4) Fungsi monitoring atau pengawasan terhadap keuangan pada sebuah usaha. Berikut merupakan laporan neraca pada sebuah usaha:

Laporan Arus Kas

Laporan arus kas merupakan salah satu standar laporan keuangan pada sebuah usaha yang memiliki fungsi untuk menunjukan aliran kas masuk dan keluar. Hal ini diperlukan untuk menunjukan perputaran uang pada usaha. Arus kas masuk dapat dilihat dari pinjaman dan uang operasional usaha. Arus kas keluar dapat dilihat dari jumlah biaya yang dikeluarkan oleh usaha baik untuk operasional maupun investasi. Untuk lebih jelasnya berikut contoh laporan arus kas pada sebuah usaha:

Laporan Perubahan Modal

Laporan perubahan modal merupakan salah satu jenis standar laporan keuangan pada sebuah usaha yang memiliki fungsi untuk menyediakan laporan mengenai jumlah modal usaha dalam waktu tertentu. Dengan laporan perubahan modal ini maka akan diketahui perubahan jumlah modal yang terjadi, akibat perubahan modal, serta berapa banyak perubahan modal yang terjadi.

Perubahan modal dapat terjadi apabila terjadi penambahan modal dari keuntungan usaha ataupun pengurangan modal akibat kerugian usaha ataupun tambah kurangnya modal dari investasi atau pinjaman dari usaha yang dilakukan. Untuk lebih jelasnya berikut merupakan contoh laporan perubahan modal.

Diatas meruapaan salah satu materi produk kreatif dan kewirausahaan mengenai standar laporan keuangan usaha. Standar laporan keuangan usaha ini diperlukan agar usaha dapat berjalan termanajemen secara baik. 

0 Response to "Standar Laporan Keuangan Untuk Usaha"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel