Komponen Dan Cara Kerja Sistem Pendinginan

Salah satu sistem yang mempunyai peranan penting pada mesin kendaraan adalah sistem pendinginan. Bayangkan saja apabila tidak ada sistem pendinginan pada kendaraan, apa yang akan terjadi? Kita ketahui bahwasanya pada mesin bahan bakar akan dibakar didalam silinder untuk merubah energi panas hasil pembakaran menjadi energi gerak. Namun pada dasarnya tidak 100% energi panas yang dihasilkan dirubah menjadi energi gerak. Energi panas yang dirubah menjadi energi gerak hanya 25%, 45% akan ikut terbuang melalui pembuangan bahan bakar dan gesekan, serta sisanya 35 % akan hilang diserap oleh mesin itu sendiri.

Panas yang diserap oleh mesin harus dibuang segera, sebab apabila tidak segera maka akan terjadi overheating atau panas berlebihan dan bisa menyebabkan berbagai kerusakan pada mesin kendaraan. Maka sistem pendinginan inilah yang berfungsi untuk mencegah panas yang berlebihan. Pada umumnya sistem pendinginan yang banyak digunakan pada kendaraan adalah sistem pendinginan air.

Lalu apa sebenarnya fungsi sistem pendinginan? Apa saja komponen sistem pendinginan dan fungsinya? Bagaimana cara kerja sistem pendinginan? Semua hal tersebut akan dibahas pada artikel berikut ini.

Fungsi Sistem Pendinginan

Sistem pendinginan merupakan salah satu sistem didalam mesin kendaraan yang memiliki beberapa fungsi. Berikut fungsi sistem pendinginan pada kendaraan:
  • Menjaga temperatur mesin agar tetap dalam suhu kerja
  • Memindahkan panas keluar
  • Mendistribusikan panas agar merata
  • Mengurangi temperatur mesin agar tidak terjadi overheating

Komponen Sistem Pendinginan

Didalam sistem pendinginan terdapat beberapa komponen yang mempunyai fungsi dan peran masing-masing. Berikut komponen sistem pendinginan dan fungsinya.

Kantong Air/Water Jacket

Kantong air atau yang lebih dikenal water jacket merupakan komponen dari sistem pendinginan yang berfungsi untuk jalur atau jalan untuk peredaran air pendingin keseluruh komponen mesin. Bagian ini berfungsi untuk memeratakan pendinginan ke seluruh bagian kendaraan. Water jacket sebenarnya dibuat sejak awal ketika pembentukan mesin. Terdiri dari lubang untuk jalur atau jalannya air pendinginan mulai dari blok silinder sampai head silinder dan komponen-komponen mesin lainnya. 

Selang-Selang Air/Hose

Hose atau selang merupakan bagian dari sistem pendinginan yang berfungsi untuk mengalirkan air dari radiator ke mesin (lower hose) atau dari mesin ke radiator (upper hose). Selang ini biasanya terdapat dua jenis yaitu selang atas atau upper hose dan selang bawah atau lower hose. 

Radiator

Radiator merupakan bagian dari sistem pendinginan yang berfungsi untuk mendinginkan air pendingin yang telah membawa panas dari mesin dengan bantuan udara luar. Radiator terdiri dari selang besi yang dibentuk berkelok-kelok atau yang lebih dikenal dengan tube. Kemudian bagian luar terdiri dari sirip-sirip atau yang lebih dikenal dengan fin. Tube ini berfungsi untuk mengalirkan air pendinginan, sedangkan fin berfungsi untuk mengarahkan udara dari luar agar dapat mendinginkan air pendingin yang melalui tube secara maksimal.

Reservoir Tank/Tangki Cadangan

Reservoir tank atau tangki cadangan merupakan bagian dari sistem pendingin yang berfungsi untuk menampung cadangan cairan pendingin serta menyeimbangan perbedaan volume air pendingin ketika panas dan dingin. Reservoir tank biasanya terletak tidak jauh dari radiator dan terhubung dengan radiator melalui selang. 

Tutup Radiator

Tutup radiator merupakan bagian dari sistem pendingin yang berfungsi untuk menaikkan dan menyetabilkan tekanan air pendingin. Ketika panas maka tekanan cairan pendingin akan naik sehingga volume air pendingin yang ada di radiator harus dikembalian ke reservoir. Sementara itu ketika dingin maka tekanan air pendingin akan cenderung turun sehingga volume air radiator harus ditambah dengan mengambil dari reservoir tank.

Fan/Kipas Pendingin

Kipas pendingin atau fan merupakan bagian dari sistem pendingin yang berfungsi untuk menghembuskan udara ke radiator untuk pendinginan cairan pendingin yang ada di tube radiator. Kita ketahui bahwasanya kipas itu menghembuskan arah ke depan. Namun pada kipas pendingin radiator berbeda, putaran kipas dibalik berlawanan dengan arah jarum jam sehingga kipas menyedot udara dari depan. Hal dilakukan karena lebih efisien yang mana ketika kendaraan bergerak kedepan maka udara dari depan akan berhembus kebelakang sesuai dengan kinerja kipas yang menyedot udara dari depan sehingga pendinginan akan lebih maksimal. Kipas pendingin terdiri dari dua jenis yaitu kipas elektrik yang akan menyala secara otomatis ketika mesin sudah mencapai suhu kerja, serta kipas konvensional yang digerakkan oleh V Belt dan terhubung dengan putaran mesin.

Pompa Air/Water Pump

Pompa air atau yang lebih dikenal dengan water pump adalah komponen sistem pendingin yang berfungsi untuk memompa air pendingin agar dapat bersirkulasi didalam sistem sehingga pendinginan merata ke seluruh komponen mesin. Pompa ini biasanya terletak didepan dan terhubung langsung dengan mesin melalui v belt. Tentunya semakin cepat putaran mesin maka semakin cepat juga water pump memompa cairan pendingin. 

Thermostat

Thermostat merupakan bagian dari sistem pendingin yang memiliki fungsi untuk mengatur sirkulasi dari air pendingin. Selain itu thermostat juga berfungsi utnuk mempercepat mesin mencapai suhu kerja sehingga efisiensi mesin lebih terjaga. Ketika mesin dalam kondisi dingin, maka thermostat belum membuka sehingga air pendingin hanya bersirkulasi di bagian depan saja sedangkan air pendingin yang di water jacket mesin tidak bisa bersirkulasi. Hal ini menyebabkan pendinginan pada mesin berkurang untuk mempercepat mesin mencapai kondisi kerja. Ketika mesin sudah mencapai suhu kerja maka katup thermostat akan membuka sehingga air pendingin yang semula terjebak di water jacket mesin akan bersirkulasi dan di dinginkan oleh radiator. Proses pembukaan pada thermostat terjadi akibat komponen didalam thermostat yang terdiri dari wag atau lilin yang akan tambah panjang ketika terkena panas. Wag atau lilin akan mendorong katup thermostat agar membuka.

Cara Kerja Sistem Pendinginan

Cara kerja sistem pendinginan sangat sederhana. Sistem pendinginan khususnya pendinginan bekerja dengan cara mensirkulasikan air pendingin untuk menyerap panas dari mesin kendaraan. Ketika kondisi mesin dingin, thermostat masih dalam kondisi tertutup sehingga air pendingin yang ada didalam water jacket tetap diposisinya sedangkan air pendingin bagian depan hanya bersirkulasi disaluran depan mesin. Pada kondisi ini bertujuan agar mesin cepat mencapai suhu kerja yaitu sekitar 80 derajat celcius.

Ketika kondisi panas atau mesin telah mencapai suhu kerja maka thermostat akan membuka sehingga air pendingin yang semula terjebak didalam water jacket akan mengalir ke radiator untuk didinginkan dengan bantuan kipas pendingin. Air pendingin yang sudah didinginkan akan dialirkan kembali ke dalam mesin untuk proses pendinginan mesin.

Sistem pendinginan ini akan bersirkulasi secara terus menerus sehingga proses pendinginan akan terjadi secara terus menerus. Air pendingin yang panas akan kembali ke radiator untuk pendinginan dan air yang sudah dingin akan di alirkan kembali kedalam mesin untuk proses pendinginan. 

Diatas merupakan pembahasan mengenai sistem pendinginan. Baik dari fungsi sistem penginginan, komponen sistem pendinginan dan fungsinya, serta cara kerja sistem pendinginan

0 Response to "Komponen Dan Cara Kerja Sistem Pendinginan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel