Pengertian Dan Fungsi Pengendalian Kontaminasi (Pengendalian Limbah) Di Bidang Otomotif

Dalam dunia industri yang tidak lepas dari namannya limbah atau sampah. Namun dari berbagai sampah dan limbah tesebut terdapat beberapa zat yang berbahaya sehingga memerlukan penanganan khusus sehingga tidak menyebabkan kontaminasi. Lalu apa kontaminasi itu?

Pengertian Pengendalian Kontaminasi

Kontaminasi sendiri merupakan suatu kondisi dimana terjadi pencampuran atau pencemaran terhadap suatu unsur lain yang memberikan efek tertentu (buruk). Komponen yang dapat menyebabkan kontaminasi sangat beragam mulai dari benda, hewan, maupun berbentuk padat ataupun cair. Karena sifat yang berbahaya maka kontaminan perlu dikendalikan agar tidak mencampur atau mencemar zat atau unsur lain sehingga dapat membahayakan makhluk hidup terutama manusia. Jadi pengendalian kontaminasi merupakan suatu cara untuk mencegah terjadinya pencampuran atau pencemaran terhadap unsur lain yang dapat memberikan efek buruk baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Jenis-Jenis Kontaminan

Berikut merupakan macam-macam kontaminan:
  • Kontaminan Cair merupakan kontaminan yang berbentuk cair seperti limbah cairan pembersih, dan lain sebagainya.
  • Kontaminan Padat merupakan kontaminan yang berbentuk padat seperti sisa-sisa kabel, plastik, semen, dan lain sebagainya.
  • Kontaminan Gas merupakan kontaminan yang berbentuk gas seperti gas monoksida, gas karbondioksida, cfc, dan lain sebagainya.
  • Kontaminan B3 merupakan kontaminan dari bahan-bahan kimia berbahaya sehingga memerlukan penanganan khusus seperti oli, minyak rem dan lain sebagainya.

Cara Penanganan Kontaminan

  1. Penanganan Kontaminan Cair melalui proses pengolahan primer (penyaringan, pengolahan awal, pengendapan, pengapungan) , pengolahan sekunder dengan mikroorganisme, desinfeksi, dan endapan lumpur.
  2. Penanganan kontaminan padat dapat melalui proses penimbunan terbuka, sanitary landfill (lubang yang dilapisi plastik), membuat kompos padat, dan daur ulang.
  3. Penangan kontaminan gas dapat melalui kontrol emisi, menghilangkan materi partikulat.
  4. Penanganan kontaminan B3 melalui penanganan khusus seperti sumur injeksi, kolam penyimpanan, dan terapan ilmu fisika biologi dan kimia.

Contoh Kontaminan Yang Ada Di Bengkel

Berikut merupakan macam-macam kontaminan yang ada di bengkel otomotif:
  1. Gas H2SO4 yang merupakan hasil elektrolisis accu pada saat pengisian maupun pengosongan. Hal ini dapat diketahui dari bau menyengat asam sulfat. Oleh karena itu diperlukan ruangan khusus yang digunakan untuk proses pengisian aki dan ruangan tersebut memiliki ventilasi yang baik. Selain berbahaya untuk kesehatan, gas H2SO4 dapat memicu ledakan apabila terkena sumber panas atau api.
  2. Gas buang dari kendaraan bermotor memiliki berbagai unsur yang dapat membahayakan kesehatan seperti karbonmonoksida, karbondioksida, hidrokarbon, dan partikel lainnya. Oleh karena itu, sebuah workshop atau bengkel harus memiliki ventilasi yang baik agar berbagai partikel tersebut tidak meracuni manusia disekitarnya.
  3. Kontaminan Cair seperti uap bensin, cairan pembersih, dan lain sebagainya. Oleh karena itu dalam proses perawatan diperlukan berbagai alat keselamatan seperti masker untuk mencegah terjadinya keracuna akibat berbagai kontaminan cairan.
  4. Limbah B3 atau limbah berbahaya seperti oli dan zat-zat lain yang mengandung bahan-bahan berbahaya. Limbah berbahaya tersebut diperlukan pengelolaan khusus agar tidak mencemari lingkungan. Limbah-limbah tersebut biasanya ditampung terlebih dahulu kemudian dikirim ke tempat penampungan untuk didaur ulang.
Diatas merupakan beberapa contoh pengendalian kontaminasi di bidang otomotif. Selain itu terdapat juga macam-macam kontaminan, cara pengendalian kontaminan, dan contoh kontaminan yang ada di bidang otomotif.

Tidak ada komentar untuk "Pengertian Dan Fungsi Pengendalian Kontaminasi (Pengendalian Limbah) Di Bidang Otomotif"