Ketua Tim Sertifikasi guru Provinsi Riau dan Kepulauan Riau Drs Isjoni MSi, Selasa (15/1) di Pekanbaru, mengatakan proses sertifikasi guru ini sangat penting dilakukan dalam rangka menyongsong akan diberlakukannya Undang-Undang Guru dan Dosen.
Pada 2008 ini berapa kuota untuk Riau dan Kepulauan Riau hingga saat ini belum diketahui, namun demikian pada akhir Januari ini tim sertifikasi Riau dan Kepulauan Riau akan kembali mengirimkan portofolio untuk guru-guru yang akan disertifikasi menutupi kuota 2006 dan 2007 sebanyak 782 orang.
�Untuk proses sertifikasi tahun 2008 ini, pemerintah pusat akan melakukan desentralisasi dengan pemerintah provinsi, dimana pemerintah menyerahkan wewenang sepenuhnya bagi tim provinsi untuk menerima dan juga menentukan kelulusan,� ujarnya.
Menurutnya, keuntungan lainnya yang akan diperoleh para guru yang lulus dari proses sertifikasi ini adalah mereka akan diberi tunjangan profesi oleh pemerintah. "Namun demikian masih banyak guru-guru kita yang merasa takut untuk mengikuti test sertifikasi ini,� katanya.
Masih takutnya para guru di Riau mengikuti sertifikasi guru itu dikatakan Isjoni, dapat dilihat dari kuota untuk Riau 4.000 lebih jatah Riau tahun 2007 ini hanya sekitar 85 persen saja yang menyerahkan kembali porto folio ke tim Provinsi.
Sebenarnya, para guru tidak perlu takut untuk mengikuti proses sertifikasi, karena jika tidak memenuhi standar kelulusan nilai yang ditetapkan yakni 850, mereka bisa mengikuti Diklat Profesi Guru (DPG) atau Melengkapi Porto Folio (MPF).
�Yang ikut DPG adalah mereka yang nilainya jauh dari standar lulus dan yang mengikuti MPF adalah yang nilainya kurang sedikit,� imbuhnya sembari berharap kedepa para guru di Riau ini tidak perlu merasa takut untuk mengikuti proses sertifikasi ini, dan yang paling penting adalah kelulusan dari sertifikasi guru tersebut adalah murni dari guru bersangkutan.
"Ada sepuluh item penilaian yang dilakukan, diantaranya jumlah karya ilmiah, berapa kali mengikuti seminar kependidikan guru, pembuatan modul dan sebagainya, jadi nggak ada alasan mereka harus takut," tegasnya. (http://bikkb.riau.go.id/hsn/toeb)